Alumni MA Al Irsyad Bondowoso Ini Jadi Prajurit Sekaligus Da’i di Batalyon

Bondowoso – Nur Roihan Firdaus, alumni Madrasah Aliyah Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso, kini sukses menjadi Prajurit Dua di Batalyon Infanteri 527 Baladibya Yudha, Kabupaten Lumajang. Menariknya, di sela-sela tugasnya sebagai prajurit, Roihan aktif mengisi kajian keagamaan, khutbah Jumat, dan bahkan terlibat dalam pembangunan pondok pesantren bersama prajurit lainnya.

Kecintaan Roihan pada dunia dakwah bermula dari permintaan atasannya. “Saya masuk TNI melalui jalur santri dari Mahad Al Irsyad. Atasan saya melihat potensi dakwah saya dan meminta saya aktif di kegiatan keagamaan. Sebagai santri, saya tidak ragu untuk menerima tugas tersebut,” ungkap Roihan.

Cita-cita menjadi prajurit TNI sudah diimpikan Roihan sejak menjadi santri di Mahad Al Irsyad. Di sana, ia tak hanya mendalami ilmu agama, tahfidz, dan bahasa Arab, tapi juga aktif di pramuka hingga mengikuti Jambore Nasional Al Irsyad.

“Saat Jambore Nasional di Purwokerto, Roihan sudah menyatakan keinginannya menjadi TNI. Begitu juga saat kelas 12, ia sering bilang ingin menjadi TNI. Baginya, menjadi TNI adalah kebanggaan,” ungkap Ustad Tri Yulistiawan, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.

Mudir Mahad Al Irsyad Bondowoso, Ustad Faisol Gumblas, merasa bangga atas prestasi Roihan. “Kami sangat bangga ketika mendengar Roihan menjadi anggota TNI, dan terlebih lagi ia aktif mengisi kajian Islami. Saya tahu betul dia dulu aktif pramuka. Ini yang kami tekankan bahwa selain ahli dalam ilmu agama, santri juga memiliki skill lain yang dikembangkan. Menjadi da’i bisa dilakukan di mana saja, di berbagai profesi. Inti utamanya mereka memiliki pengetahuan agama yang kuat sebagai ilmu dasar. Saya melihat Roihan sebagai salah satu contoh, bahwa kemampuan agama sangat bermanfaat dalam profesinya, sebagai media dakwah,” tutup Ustad Faisol.

Kisah Roihan menjadi bukti bahwa santri mampu berprestasi di berbagai bidang, termasuk di dunia militer dan dakwah. Menjadi prajurit TNI tak menghalangi Roihan untuk terus menyebarkan nilai-nilai agama dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.

Check Also

Undang Profesor dari Mesir, 12 Guru Al Irsyad Purwokerto Ikuti Dauroh Bahasa Arab dan Al Quran Bersanad

Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Arab dan Al Quran, 12 guru dari Sekolah Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto mengikuti Dauroh Bahasa Arab dan Al Quran Bersanad. Dauroh ini diadakan selama 5 hari, dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2024, di Wisma Holtikultura Baturraden, Purwokerto.

Tinggalkan Balasan